Jumat, 02 Juli 2010

Petualangan Sehari Seru

Risa terbangun dari tidurnya. Hari itu sudah menunjuk pukul 05.30. Risa segera turun dari tempat tidurnya untuk solat Subuh. Untungnya hari itu adalah hari Minggu, ia bisa bangun agak siang. Ia turun dari lantai atas rumahnya. Di bawah ada Mama,Papa, dan Kak Luki. Mereka sudah asyik menonton berita di TV. Hari Minggu begini banyak Film Kartun ,gumam Risa. “Ma, pindah chanelnya dong, Risa pengin nonton spongebob nie”,Kata Risa kepada mama yang asyik memindah-mindah chanel TV.
“Aduh Risa Mama ini lagi mencari film kesukaan mama,sabar ya!”,jawab mama. Risa terpaksa mengalah, kalau tidak begitu mamanya bisa mengoceh-ngoceh sampai siang. Akhirnya Risa keluar rumah hendak jalan pagi. Di depan komplek rumahnya Risa bertemu sahabatnya Fika. Fika tinggal satu komplek dengan Risa, walaupun rumahnya tidak begitu dekat.
“Fikaaa....”,panggil Risa.
“Risa!dari mana kamu Ris?”,tanya Fika.
“Aku dari rumah, mau jalan pagi saja. Kalau kamu dari mana Fik?”,jawab Risa.
“Aku dari lari pagi keliling komplek!Ris kamu tumben mau jalan pagi?haha...”,goda Fika. Memang, Risa itu orangnya malas berolahraga, Risa pun kelihatan gendut.
“Ah,kamu ini! Tadinya aku mau nonton spongebob, tapi mamaku lagi mau nonton film kesukaannya, daripada aku terusin mending jalan pagi aja!”,kata Risa panjang lebar.
“ooo. Eh, kamu mau beli bubur ayam nggak?”,ajak Fika.
“Kamu mau ngajak aku makan bubur ayam kok masih nanya! Ya pasti maulah!hehe....”,jawab Risa agak malu.
“Fik, tunggu dulu! Aku periksa dulu, aku bawa uang atau nggak!”,kata Risa sambil mencari uang. Akhirnya Risa menemukan selembar uang sepuluh ribu di kantong bagian dalam jaketnya. Lalu mereka memakan bubur ayam mereka.
Setelah memakan bubur ayam, Risa dan Fika berjalan memasuki komplek. Saat mereka baru berjalan memasuki komplek, tiba-tiba tangan mereka diikat kuat dengan tali dari belakang. Risa menoleh kebelakang, sesosok pria berbaju hitam dan memakai topeng macan yang mengerikan telah mengikat tangan Risa dan Fika. Sebelum mereka sempat berteriak, mulut mereka telah di lakban oleh pria itu. Lalu mereka dibawa pergi oleh pria itu dengan van putih. Di van itu terdapat pria satu lagi, dan sepertinya Risa mengenalinya, ‘Ya! Itu pak Rino!satpam sekolahku!’ kataRisa dalam hati.
Tapi untuk apa Pak Rino sampai berbuat begini?Apakah ia berniat menculik Risa dan Fika?. Risa dan Fika dibawa ke tempat yang sangat sepi. Di sepanjang jalan mereka meronta-ronta, dan mencoba berteriak, tetapi mulut mereka masih dilakban. Apa boleh buat, mereka pun pasrah.
Van itu berhenti di bangunan tua yang sangat besar, bulu kuduk Risa berdiri, begitu juga dengan Fika. ‘apa tidak ada tempat lebih baik dari tempat ini? Ampun deh, tempatnya banyak sampahnya, mending angker tapi bersih, kan nggak seberapa ngeri’ gumam Risa dalam hati. Dalam hati Fika dia menangis, Fika sangat takut dengan tempat yang angker. Walaupun banyak perbedaan antara Risa dan Fika, tetapi mereka tetap sahabat sejati. Dalam keadaan beginipun Risa tetap menghibur Fika, karena untungnya juga lakban yang direkatkan ke mulut mereka sudah dilepas, itupun juga dengan cara kasar oleh Pak Rino.
Akhirnya Risa memberanikan diri bertanya pada Pak Rino. “Pak, mengapa bapak membawa kami ke tempat ini? Tempat ini bau sekali”,tanya Risa.
“Jangan banyak tanya!Aku ini menculik kalian!”,jawab Pak Rino dengan suara lantang. jantung Risa berdebar-debar ternyata Pak Rino menyandra mereka!. Sama dengan Risa, jantung Fika juga berdebar-debar, tapi detaknya lebih kencang dari detak jantung Risa. Risa memperhatika sekitar, mencoba menemukan jendela atau pintu atau sejenisnya. Ia pun mencoba mengingat-ngingat jalan yang dilewatinya selama perjalanan. Sedangkan Fika, ia hanya terenung memikirkan keluarganya di rumah. Ia sangat ketakutan di tempat itu.
Sedangkan di rumah Risa terjadi keributan. “Ayah kemana Risa?dari tadi kok nggak keliatan!”,tanya mama.
“paling juga Risa jalan pagi!”,jawab papa.
Beberapa menit kemudian datang Pak Rino dan temannya. Mereka menanyakan Risa, nomor telepon Ibunya Risa. Risa berfikir, inilah kesempatannya untuk keluar dari sini. Ia berbisik kepada Fika “Fik,kalau aku berikan nomor telepon ayah nya Chika yang polisi itu kamu diam saja ya! Jangan kaget!”,bisik Risa sangat pelan.
“Berikan nomor ayahmu sekarang!”,bentak Pak Rino.
“Untuk apa?”,jawab Risa berbasa-basi.
“Sudah jangan banyak tanya!”,bentak Pak Rino lagi.
“081279898989”,jawab Risa berbohong. Dalam hati Risa semoga papanya Chika mengerti keadaan ini.
Setelah meminta nomor telepon, Pak Rino langsung menelepon nomor itu. Setelah lama berbicara akhirnya telepon ditutup. ‘Semoga papanya Chika benar-benar mengerti’ kata Risa dalam hati.
Setengah jam kemudian terdengar klakson mobil diluar. Ternyata itu adalah Papanya Chika bersama para polisi lainnya. Tetapi Pak Rino dan temannya sudah mau kabur, dan sekarang sudah kabur. “Pak polisi! Cepat kebelakang! Penjahatnya kabur lewat belakang!”,teriak Risa pada para polisi. Para Polisi mengejar Pak Rino dan temannya. Sedangkan beberapa polisi berada di tempat. Salah satu diantaranya adalah papanya Chika. Ia melepaskan tali pengikat yang diikatkan ke Risa dan Fika.
“Keberanianmu sudah menyelamatkanmu nak!”,kata papanya Chika yang bernama Sendy.
“Terimakasih om! Untung saja aku ingat nomor telepon om, kalau tidak entah berapa uang yang harus dikeluarkan orang tuaku dan orang tua Fika”,kata Risa.
“iya om, terimakasih ya om. Aku sangat berterimakasih lo om!”,kata Fika memberanikan diri.
“Sama-sama nak, sekarang ayo kita ke kantor polisi. Risa, Fika minta nomor telepon ibu atau ayah kalian?”,kata Om Sendy. Risa dan Fika memberi tahu nomor telepon orang tua mereka.
Sekarang Risa dan Fika sudah berada di kantor polisi. Sedangkan Pak Rino sudah ditangkap dan sudah berada di kantor polisi pula. Risa dan Fika ditanya bermacam-macam pertanyaan dari pak polisi. Keesokan harinya Pak Rino sudah berada di sel tahanan.”Kemarin itu petualangan sehari seru!”,kata Risa kepada Fika.
“Betul! Ris makasih ya! Atas keberanianmu kita bisa selamat!”,kata Fika.
“ya sama-sama. Aku akan berjanji kepada ayah dan ibuku untuk izin sebelum pergi”,janji Risa. Sekarang Risa menjadi anak yang rajin. Ia pun selalu minta izin kepada orangtuanya sebelum pergi.

TAMAT
03-07-2010

0 comments: