Sore itu, saat semua murid telah pulang ke rumah, Reko dan Putra masih sibuk membersihkan dan merapikan kelas. Mereka adalah dua murid yang dihukum karena tidak mengerjakan pe-er matematika hari itu.
Saat hampir selesai, Putra sudah tak tahan lagi ingin buang air. “ Ko, temenin aku ke wc yuk?” kata Putra.
“ah, sendiri ajasih put, Cuma ke wc ajalo!”
“plisss dongg”
“enggak”. Mendengar kata itu, Putra langsung ke wc saja karena sudah tidak tahan. Dia agak-agak ngeri karena keadaan sekolah sudah mulai gelap. Saat sudah sampai di wc dia langsung masuk saja. Saat keluar, ia melihat bayangan sesuatu. Dia sudah agak ngeri, saat dia jalan baru tiga langkah, dia mendengar suara benda jatuh, saat itu juga dia langsung berterik dan lari.
Ternyata Reko sudah selesai merapikan kelas. Ia sudah membawa tas Putra keluar kelas. Dia melihat Putra berlari kencang sekali. Putra terus berlari dan tidak bisa mengerem larinya dan menabrak Reko. “aduuh, kenapa sih put? Kayak dikejer-kejer setan aja!”
“aaaanu anuu,itu ada, hantu di wc!”
“hah? Gak mungkin!”
“beneran! Kalo gak percaya liat ajageh!”
“oke, ayo liat” mereka pun berjalan menuju wc. Sampai disana tidak ada apa-apa, dan itu membuat Reko geram.
“kan gak ada apa-apa!”
“tetetapi tadi ada bayangan!”
“halah! Bohong kamu!”. Tiba-tiba bayangan yang dilihat Putra tadi nampak lagi. Mereka saling berpandangan dan berteriak “HANTUUUUUUUUUU” lalu mereka lari terbirit-birit. Saat sampai di tempat tas mereka diletakkan, mereka langsung mengambil tas dan langsung keluar pagar.
“tuh kan ko! Ada beneran!”
“ iya-iya, aku percaya sekarang”. Lalu mereka berjalan pulang tanpa berkata-kata lagi karena ketakutan.
Keesokan harinya, mereka bercerita kepada teman-teman mereka. Hampir satu sekolah sudah mengetahui kejadian itu. Ada yang percaya, banyak juga yang tidak percaya. Ada juga anak yang tidak perduli sama sekali karena sedang besedih, karena monyet kesayangannya menghilang. Anak-anak yang tidak percaya mencari tahu, dan kejadian yang sama terjadi terus.
Sampai akhirnya mereka menceritakan kejadian tersebut pada penjaga sekolah. Penjaga sekolah berniat mengecaknya sore ini. Hampir semua anak yang sekelas dengan Reko dan Putra ikut dengan penjaga sekolah. Semua anak-anak harap-harap cemas pada wc sekolah.
Penjaga sekolah mulai mengecek tempat dimana bayangan itu nampak. Saat sudah mendekat bayangan itu nampak lagi. Anak-anak lalu berteriak heboh, tapi langsung ditenangkan penjaga sekolah. Penjaga sekolah sekarang sangat dekat dengan bayangan itu. Saat dilihat penjaga sempat kaget. Ternyata bayangan ang selama ini meghantui wc sekolah adalah seekor monyet. “monyet? Anak-anak, ini hanyalah seekor monyet!”
“apa? Monyet? Coba kulihat?” kata anak yang kehilangan monyetnya.
“Rokiiiiiiii kamu disini ternyata! Aku sedih banget kamu ngilang!”
“oo jadi itu punya kami do?”
“iya, seminggu lalu dia ngilang dari rumah, hiks”
Akhirnya anak yang kehilangan monyetnya, yang bernama Edo membawa pulang monyet kesayangannya itu. Lain dari itu, anak-anak yang lain malah kesal, yang mereka kira hantu ternyata hanyalah monyet Edo yang hilang. Tetapi mereka lega karena tidak ada hantu di sekolah mereka dan tertawa terbahak-bahak.
BY: RORO PERGIWO SAPTANINGRUM
0 comments:
Poskan Komentar