Kelanjutan Anak Mushola part 1, dibaca yaa :))
Mereka tidak berani teriak, lari apalagi. Pak Broto mendekati mereka. Anak-anak kecil tidak berdosa itu berdebar-debar. Pak Broto mendekat lalu ia berkata " Anak-anak itu, itulo bangsanya Dina, Wito sama siapalah itu, maen-maen di mushola terus. Mbersihin mushola enggak, ngotorin iya."
Mendengar kata-kata itu, Risa menahan diri untuk tertawa. Dia menahan tawa sepolos mungkin. Lalu Pak Broto melanjutkan berkata "Itu, sendal mereka tak sumputin di bawah lipetan karpet itu lo. Kalian jangan kkasih tau mereka lo!"
Mendengar kata-kata itu, mereka mengangguk, lalu pergi dari mushola. Risa berkata dalam hati, 'Sudah tahu anak kecil ember, masih dikasih tau, ya nggak mungkin bungkam lah pasti kita kasih tau, maap Pak Brotooooo hahaha'
Sesampainya di rumah Aca, terlihat Dina dan kawan-kawan berharap-harap cemas. Risa melihat wajah Dina penuh keringat dan terlihat ketakutan, perlahan dia berbicara " Mbak Risa, sendalnya kok gak keliatan?"
"Tak kasih tau ya! Sendalnya ada di bawah lipetan karpet. Tadi ada Pak Broto, nggak berani ngambil aku. Nantilah kita ambil." Jawab Risa.
"Yaudah, makasih ya mbak" kata Dina. Risa hanya menjawab dengan anggukan. Mereka bermain bersama di halaman rumah Aca. Mereka bermain petak umpet. Sekarang adalah giliran Dina yang jaga. Dia menghitung sampai empat puluh. Saat dia selesai menghitung dia melirik sekitar. Apa yang terjadi? Ada Pak Broto lewat! Dina pura-pura menghitung lagi, seharusnya menghitung sampai empat puluh dia menghitung sepuluh lagi. ' Yah, rugi sepuluh itungan aku' kata Dina dalam hati. Sementara anak-anak lain yang sudah bersembunyi hanya menahan tawa saja.
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, seperti biasa anak-anak berkumpul di rumah Aca. Dina sudah uring-uringan minta sendalnya kembali " Mbak Risa, Mbak Aca, ambilin sendalkulahh, aku kena marah mamakku kemaren" kata Dina memelas.
"Iyalo Din. Nanti kita ambilin. Iya nggak Sa, Mut, Na?" Kata Aca menghibur Dina. Risa, Muti, dan Nana hanya mengangguk dan berkata "he'eh".
Risa, Muti, Aca, dan Nana ke Mushola siang itu, kira-kira dua puluh menit setelah adzan zuhur. Mereka masuk lewat belakang Mushola mengendap-endap. Mereka mengambil sendal-sendal anak-anak kecil itu. Muti dan Nana masing-masing membawa sepasang sendal, Aca dan Risa masing-masing membawa dua pasang sendal. Mereka pulang lewat belakang, tidak mengendap-endap tapi lagsung lariiiiiiii.
Siang itu, selesailah tugas mereka menjadi pahlawan anak-anak kecil. Pahlawan pengambilsendal. " Makasih lo mbaaakk makasih bnageett" Kata Dina kegirangan.
"Iya mba! Makasih banget" kata Wito. Begitupun anak-anak yang lainnya. Risa, Muti, Aca, dan Nana jadi bangga diri. Tapi mereka tetap tidak sombong.
Tunggu kelanjutannya yaa :))
Terimakasih :))
0 comments:
Poskan Komentar