Sabtu, 10 September 2011

Anak Mushola #3

Lihat Bagian 1 dan Bagian 2 dari cerita ini!!!

       Sekarang marak jajanan di halaman mushola seperti es lilin, somay, petis dan lain-lain.Dina dan kawan-kawannya jadi lebih sering medatangi mushola. Bukan untuk membersihkan mushola, tetapi malah jajan makanan dan es es yang dijual pedagang di depan mushola.
Kabarnya Pak Broto dan anak lelakinya sedang pulang kampung. Dina dan kawan-kawannya bebas mendatangi mushola. Dina dan kawan-kawannya tidak pernah memakai sendal lagi jika mendatangi mushola, kecuali memang untuk solat berjamaah.
Sudah berhari-hari Dina main di rumah Aca dan Mutia sambil menjilat-jilat es lilin. Aca sampai heran, karena walaupun orang tua Aca kaya, uang jajan Aca tetap saja sedikit, jadi dia selalu tidak punya uang untuk membeli yang begituan. "Din, kamu ini kaya banget lo, beli es lilen setiap hari" Kata Aca suatu hari.
"Nggak lah mbak, ini nih duit sisa jajanku." Jawab Dina.
"OOOOO"
"Mba mau beli nggak?"
"Nggak lah, kalo aku punya duit mending ke warnetlah daripada beli es lilen"
"Aca Aca, pikiranmu warnet terus" Kata Risa nimbrung.
"Ya aku kan seneng maen game online loooo" Kata Aca.
"Haduuuuh, maen game online terus. Kalo kecanduan susah lo! Duit jajanmu nanti abis cuma men game"
"Ih, iya ya... Tak tabunglah duitku, biar bisa beli modem yang colokan itu. Kan gak usah ke warnet lagi ;)"
"Haduuh, sama aja atuh Aca! -__- ". Aca terdiam. Lalu Nana datang dan mengajak bermain.
Keesokan harinya Dina datang tidak membawa es lilin lagi, tapi dia membawa satu plastik yang isinya kelihatannya parutan es batu. Risa heran apa itu isinya, dia tidak melihat begitu jelas isi plastik itu. "Apa itu din?" tanya Risa kepada Dina.
"Salju mbak" Jawab Dina.
"Salju? Salju apa to?"
"Salju yang di kulkas itulo mbak"
"Hah? Ngawur kamu! Gak bagus salju di kulkas itu! Di kulkasmu ada apa aja coba?"
"Banyaklah mbak, ayam, sosis, nugget, ikan, sayur, jeruk, apel, es batu, banyaklah mbak pokoknya!"
"Tuh kan! ayam, sosis, nugget, ikannya itu pada nguap jadi salju-saljuan itu! Kayak makan air yang di siram di ayam yang belum dimasak Din!"
"Iyatah mbak? Ih, takut lo aku. Beneran nggak sih mbak?"
"Beneran Dinuuuul"
"Yaudahlah tak buang" kata Dina seraya membuang sampah sembarangan.
"Heeem, sampahnya diiin!" Kata Aca tiba-tiba. Dina langsung memungut plastik yang dibuangnya sembarangan tadi. Lalu mereka bermain.
"Din, kamu nggak beli es lilin lagi toh?" Tanya Muti saat sedang beristirahat.
"Nggak. Nggak punya uang aku, gak dikasih mamakku"Jawab Dina.
Seminggu kemudian, saat anak-anak sedang jajan di mushola ada polisi datang membekuk pedagang es lilin. Semua anak yang jajan ketakutan dan langsung pulang ke rumahnya masing-masing. Sementara, Aca, Muti, Risa, Nana, dan Dina malah tertarik melihat peristiwa itu. Saat melihat pedagang es lilin diborgol polisi Risa langsung kaget. Pikirannya tertuju pada pedagang es lilin itu, apakah pedagang es lilin itu menggunakan bahan yang berbahaya pada es lilinnya sehingga ditangkap polisi, ataukah ada hal lain.
"Din, kenapa coba tukang es lilin itu diborgol? Apa gara-gara bahan es lilinya bahaya? Hayolo Diin!"
"Mbak jangan bikin takut sih mbak!"Kata Dina mulai ketakutan. Sementara itu pikiran Dina melayang-layang. Dari memikirkan dia sakit apa nantinya sampai bagaimana nanti Dina dimarahi ibunya.
BERSAMBUNG.
Tunggu kelanjutannya ya! :))

2 comments:

Ren WS mengatakan...

lah mana lanjutannya ga muncul-muncul???

Roro mengatakan...

Udah ku pos, ini nih http://roropergiwo.blogspot.com/2011/12/di-anak-musholah-part3-mbak-jangan.html